Saturday, March 24, 2012

KESEHATAN IBU DAN ANAK PADA SITUSI BENCANA



      Disaster atau bencana menurut WHO adalah setiap peristiwa yang melebihi kapasitas individu atau masyarakat untuk mengurangi penderitaan dan memenuhi kebutuhan mereka yang dapat mempengaruhi masyarakat.  Sedangkan The American Red Cross menambahkan bahwa bencana melibatkan 100 orang atau lebih, 10 atau lebih kematian, dan permohonan bantuan.
      Bencana dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu bancana alam dan bencana yang dibuat oleh manusia. Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh kejadian/ fenomena alam misalnya : gempa bumi, tornado, banjir, angina topan dan lain-lain. Sedangkan bencana yang disebabkan oleh manusia antara lain : kelaparan, polusi, kebakaran, nuklir, dan lain-lain.
      Kejadian bencana tentu saja akan mempengaruhi kehidupan masyarakat khususnya kelompok-kelompok khusus yang ada di masyarakat tersebut  misalnya ibu hamil dan anak-anak. Pada bencana gempa bumi  ibu hamil rentan mangalami persalinan 48 jam setela terjadi gempa dan anak yang dilahirkan premature. Selain gempa bumi, tsunami juga bedampak pada kejadian defek pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami hipertermi pada saat hamil yang mencapai suhu 40. Dibawah ini ada beberapa pengaruh stress akibat gempa bumi yang dialami oleh wanita hamil menurut beberapa penelitian, diantaranya :
·         Gempa bumi yang terjadi di Northridge, Calif pada tahun 1994 menyebabkan stres pada masa awal kehamilan dan berpengaruh pada pendeknya usia kehamilan.
·         Gempa bumi yang terjadi di Taiwan tahun 1999 yang menyebabkan peningkatan kejadian bayi lahir dengan berat badan rendah.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan hubungannya dengan kesehatan ibu dan anak saat bencana antara lain :
·         The prevalence of Bacterial Vaginosis and its relation to psychological status
Penelitian ini melibatkan 128 wanita hamil yang terdiri dari 40 responden di wilayah bencana dan 88 responden di wilayah non-bencana. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa wanita hamil yang berada di wilayah bencana memiliki BV (bacterial Vaginosis) yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamilyang bearada di wilayah non-bencana. Sedangkan dengan menggunakan State Trait Anxiety Inventory and Traumatic Exposure Severity Scale (TESS) untuk mengukur  status psikososialnya wanita hamil yang berada di wilayah bancana memiliki kecenderungan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita hamil di daerah non-bencana.
·         The outcome of pregnancy based on the different time of exposure in the disaster situation
Penelitian dengan metode mengumpulkan data dari rekam medis mengenai kelahiran preterm, term, dan post term serta kelahiran dengan berat badan lahir rendah ini menghasilkan data bahwa wanita hamil trimester 3 memiliki prevalensi kelahiran postterm  dan induksi saat persalinan tinggi. Sedangkan prevalensi kelahiran preterm tinggi pada wanita yang belum pernah hamil.
·      Change in Contraceptive Methods Following the Yogyakarta Earthquake and Its Association with the Prevalence of Unplanned Pregnancy
Penelitian ini menggunakan 450 wanita yang sudah menikah sebagai respondennya. Melalui kuisioner untuk mengumpulkan data rsponden didapatkan hasil bahwa ternyata banyak wanita yang mengalami kesulitan dalam mengakses atau menggunakan alat kotrasepsi pada saat bencana yang menyebabkan kehamilan yang tidak terencana. Selain itu responden berharap bahwa pada keadaan bencana mereka bisa mengakses kontrasepsi secara gratis, ada pendidikan kesehatan mengenai metode kontrasepsi, dan tersedianya alat kotrasepsi yang dapat diakses secara mudah
·         The Children’s Reaction and Their Caretakers’ Condition After Yogyakarta Earthquake
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa reaksi atau respon dari pemberi perawatan anak akan mempengaruhi reaksi yang akan dihasilkan oleh anak.. Selain itu pada saat bencana dibutuhkan dukungan yang komprehensif bagi keluarga yang memiliki anak kecil.

Melihat banyaknya pengaruh bencana yang berdampak pada kesehatan ibu dan anak maka perlu sekali memperhatikan kesehatan ibu dan anak saat terjadi bencana, karena mereka juga termasuk kelompok rentan yang harus diutamakan dalam penanganan bencana.

2 comments:

Aquaristha said... Reply Comment

Halo, postingannya bagus sekali. Saya Rista. Mohon maaf, kalau tidak keberatan apa bisa berbagi info dimana bisa saya akses untuk jurnal penelitian full text nya?

Unknown said... Reply Comment

Iya ambil ajah mba

Post a Comment